Sekapur Sirih

Aksi Uwa Lengser yang kerap mengundang tawa ” Upacara adat “ mapag panganten (sambut pengantin). Kesenian semacam ini biasanya tak hanya ada dalam pesta pernikahan saja, namun kerap juga ditampilkan dalam menyambut kedatangan para pejabat atau tamu negara, pelepasan siswa-siswi pada lembaga pendidikan.Upacara mapag panganten kaya dengan berbagai atraksi seni, dan melibatkan banyak seniman. Ada aneka tarian, seni karawitan, bodoran (komedi), pelajaran tentang kehidupan yang ditunjukkan simbol-simbol kesenian, dan lain-lain. Kesenian ini melibatkan sejumlah pemain gamelan, penari, pembawa umbul-umbul, dan Uwa Lengser (sering disebut “Lengser” saja).

Kehadiran Uwai Lengser atau Mang lengser biasanya menjadi sosok yang menarik perhatian penonton atau tamu undangan. Pasalnya dialah yang mengarahkan jalannya upacara tersebut. Begitu rombongan kedua mempelai datang ke gedung/ tempat resepsi, Lengser-lah yang akan menyambut dan mengarahkan mereka ke kursi pelaminan dengan diiringi para penari dan pembawa umbul-umbul.

Peran Lengser ini biasanya dilakoni oleh seorang pria. Kalau pun ada Lengser wanita hanyalah berperan sebagai pendamping Lengser pria (sering disebut “ambu” ). Karena peranannya sebagai sosok panutan masyarakat yang dituakan, dan juga sebagai simbol penasehat dalam pernikahan, maka sosok Lengser lebih sering diperankan sebagai seorang kakek.Pakaian yang dikenakan Lengser biasanya terdiri dari: baju kampret, celana pangsi dilengkapi dengan sarung yang diselendangkan, dan totopong (ikat kepala). Dengan memperlihatkan giginya yang ompong dan gerakan tari yang lucu, kehadirannya tak pelak selalu mengundang tawa penonton/ tamu undangan.

Seperti sudah disebutkan di atas, Upacara mapag panganten juga menampilkan berbagai tarian. Salah satu yang sering dipertunjukkan adalah tari merak. Tarian ini menggambarkan gerakan burung merak yang sedang memamerkan keindahan bulu sayapnya yang memiliki gradasi aneka warna.

“Penampilan para penari yang membawakan tari merak dalam sebuah acara resepsi pernikahan” Upacara mapag panganten biasanya tidak berlangsung lama, karena fungsinya hanya untuk menyambut kedatangan kedua mempelai dan mengantarkannya ke kursi pelaminan. Namun meski begitu,kehadirannya kerap ditunggu dan mengundang decak kagum banyak orang.

Kami sebagai pecinta seni tradisional Sunda semacam ini tetap melestarikannya hingga nanti, dan semoga juga diminati oleh berbagai generasi.

UWA LENGSER (Wawan Cepot)
  1. sampurasun….. gan.. saya kebetulan keturunan orang sunda, saya ingin sekali budaya sunda di lestarikan, khususnya di acara mapag panganten di jambi sumatra, tp yg jadi kendala bagi kami’, gamelanya namun kami tidak patah semangat, kami cari melalui internet, alhamdulillah kami mendapatkan audionya,cuma sepertinya kurang sreeeeg gan…. mohon petunjuk .judul genging apa aja yg akan kami downluad.

    • Rampes. Punten nembe dibuka.
      Untuk gending emang agak sulit yg pas untuk dilingkungan masing2, seprti sy juga yg ada di video, hasil mengedit dari berbagai CD dan kaset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: